Review Komik Kuro no Shoukanshi. Komik Kuro no Shoukanshi (juga dikenal sebagai Black Summoner) kembali menarik perhatian pembaca di awal 2026. Manhwa isekai aksi fantasi ini masih berlangsung dengan update rutin, dan telah mencapai lebih dari 180 chapter hingga kini. Adaptasi dari novel ringan populer, cerita tentang summoner gila pertarungan ini terus digemari penggemar genre overpowered MC dan harem ringan. Meski awal serialisasi manga sejak 2018, popularitasnya melonjak berkat adaptasi anime beberapa tahun lalu, membuatnya tetap relevan di tengah banjir isekai baru. INFO CASINO
Plot dan Karakter Utama: Review Komik Kuro no Shoukanshi
Cerita berpusat pada Kelvin, pria yang direinkarnasi ke dunia lain dengan sengaja menukar ingatan masa lalunya demi kemampuan kuat dan skill point ekstra. Ia menjadi summoner kelas S, dengan follower pertama adalah dewi Melfina yang membawanya ke dunia baru. Kelvin ternyata battle junkie sejati, selalu mencari lawan lebih kuat untuk naik level. Ia merekrut subordinate seperti slime Clotho, knight Gerard, dan vampire Sera, membentuk party overpower sambil menyembunyikan kekuatan sejati.
Kelvin digambarkan kalkulatif tapi adiktif pertarungan, tanpa sifat naif khas MC isekai. Karakter pendukung seperti Efil si elf budak yang jadi housekeeper, atau Sera yang tsundere, menambah dinamika harem ringan tapi tak berlebihan. Interaksi party terasa solid, dengan setiap subordinate punya peran unik dalam battle dan cerita sehari-hari.
Elemen Aksi dan World Building: Review Komik Kuro no Shoukanshi
Kuro no Shoukanshi unggul di adegan pertarungan strategis, di mana Kelvin tak hanya andalkan summon tapi juga taktik pintar dan skill absorb. Sistem summoning inovatif, karena subordinate bisa evolve dan punya personality sendiri. World building standar isekai dengan guild adventurer, monster, dan negara rival, tapi dieksplor melalui turnamen dan perang antar bangsa.
Ilustrasi dinamis menangkap momen battle dengan detail bagus, meski awal chapter art agak sederhana. Tempo cerita cepat di arc aksi, dengan cliffhanger kuat yang bikin pembaca ketagihan. Elemen harem dan comedy ringan menyeimbangkan intensitas fight, membuatnya enjoyable tanpa terlalu serius.
Kelebihan dan Kritik
Komik ini dipuji karena MC unik yang battle maniac tapi rasional, party subordinate berkarakter kuat, serta fight scene memuaskan tanpa overexplain. Banyak pembaca suka bagaimana Kelvin embrace trope isekai tapi twist dengan personality gila perang. Update konsisten dan panjang cerita membuatnya addicting bagi penggemar power fantasy.
Di sisi lain, kritik menyebut awal chapter lambat dan generic, dengan trope harem klise serta pacing terburu di arc tertentu. Beberapa merasa MC terlalu OP cepat, membuat konflik kurang tegang, plus side character kadang kurang dieksplor. Meski begitu, setelah melewati 20 chapter pertama, cerita semakin bloom dan sulit dilewatkan.
Kesimpulan
Kuro no Shoukanshi tetap jadi pilihan solid isekai aksi di awal 2026 ini, terutama bagi yang suka MC overpowered dengan twist battle junkie. Dengan party menarik, fight epik, dan update berkelanjutan, komik ini cocok untuk bacaan panjang yang menghibur. Meski tak revolusioner, eksekusi trope klasiknya solid dan bikin betah. Secara keseluruhan, ini manhwa layak diikuti jika bosan dengan isekai biasa, dan potensinya masih besar untuk arc mendatang.