Review Komik Horimiya. Horimiya menceritakan Kyoko Hori, gadis SMA populer yang terlihat sempurna di sekolah, dan Izumi Miyamura, cowok pendiam yang memakai kacamata dan seragam rapi di luar kelas. Rahasia besar mereka adalah sisi asli yang disembunyikan: Hori adalah gadis rumah tangga yang suka mengurus adik, sementara Miyamura punya tato dan piercing di luar seragam. Pertemuan tak sengaja di rumah Hori memulai hubungan mereka yang penuh momen manis, canggung, dan tulus. Komik ini menggabungkan romance remaja dengan slice-of-life sehari-hari, fokus pada pertumbuhan karakter dan hubungan yang berkembang secara alami tanpa drama berlebihan. Meski sudah tamat sejak 2021 dengan 16 volume, Horimiya masih terasa segar karena ceritanya hangat, relatable, dan penuh detail kecil yang membuat pembaca tersenyum. BERITA OLAHRAGA
Karakter yang Relatable dan Berkembang Secara Alami: Review Komik Horimiya
Kyoko Hori adalah protagonis shojo yang kuat dan mandiri, tapi juga punya sisi rapuh yang membuatnya manusiawi—ia khawatir tidak diterima jika orang tahu ia bukan gadis sempurna. Izumi Miyamura, di sisi lain, adalah cowok pendiam yang menyembunyikan penampilan “bad boy” karena trauma masa lalu, tapi sebenarnya lembut dan perhatian. Perkembangan mereka terasa organik: dari saling menyimpan rahasia menjadi pasangan yang saling mendukung tanpa kehilangan identitas masing-masing. Karakter pendukung seperti Toru Ishikawa, Yuki Yoshikawa, dan Souta Hori juga punya cerita sendiri yang menambah kedalaman tanpa mencuri sorotan. Hero dan Hagiwara pandai menggambarkan dinamika remaja: canggung saat pertama kali bertemu, gugup saat saling suka, hingga momen kecil seperti berbagi payung atau memasak bersama. Interaksi ini penuh kehangatan dan humor ringan, membuat pembaca ikut merasakan perasaan karakter seolah-olah sedang mengalaminya sendiri.
Alur Cerita yang Hangat dan Slice-of-Life yang Menyenangkan: Review Komik Horimiya
Alur Horimiya bergerak lambat tapi penuh makna, lebih menekankan kehidupan sehari-hari daripada konflik besar. Cerita dimulai dari rahasia yang terungkap, lalu berkembang ke hubungan mereka yang semakin dekat melalui momen-momen sederhana seperti festival sekolah, libur musim panas, atau kunjungan ke rumah masing-masing. Konflik muncul secara alami dari kesalahpahaman kecil atau insecurity remaja, tapi diselesaikan dengan komunikasi jujur dan dukungan teman. Tidak ada cinta segitiga toksik atau drama berlebihan; fokusnya pada bagaimana dua orang belajar menerima diri sendiri dan satu sama lain. Arc-arc seperti perjalanan kelas atau persiapan ujian menjadi kesempatan untuk menunjukkan pertumbuhan karakter, di mana Hori belajar bergantung pada orang lain dan Miyamura mulai terbuka tentang masa lalunya. Pendekatan slice-of-life ini membuat pembaca merasa seperti ikut menjalani hari-hari SMA bersama mereka, penuh tawa kecil dan kehangatan yang menenangkan.
Pesan Positif tentang Penerimaan Diri dan Hubungan Sejati
Horimiya menonjol karena pesan utamanya: tidak perlu berpura-pura menjadi orang lain untuk diterima. Hori belajar bahwa sisi “rumah tangga”-nya justru membuatnya lebih disukai, sementara Miyamura menemukan bahwa menyembunyikan tato dan piercing tidak membuatnya lebih aman, tapi justru menjauhkan orang. Manga ini mengajarkan bahwa hubungan sejati dibangun dari kejujuran dan penerimaan, bukan penampilan sempurna atau popularitas. Persahabatan di antara karakter juga digambarkan dengan indah—tanpa iri hati berlebihan atau pengkhianatan. Visual Hero yang lembut dengan ekspresi wajah detail dan latar belakang sederhana memperkuat nuansa hangat, membuat adegan hujan atau senyum malu-malu terasa hidup. Meski ada kritik soal pacing lambat di beberapa bagian, pesan optimisnya tetap menyentuh, terutama bagi pembaca yang pernah merasa harus “menyembunyikan” diri untuk diterima.
Kesimpulan
Horimiya adalah shojo yang berhasil menggabungkan romance manis dengan slice-of-life hangat tanpa jatuh ke trope klise. Karakter yang relatable, alur alami, serta pesan tentang penerimaan diri membuatnya tetap menjadi bacaan favorit bagi banyak orang. Di tengah shojo modern yang sering penuh drama intens, Horimiya menawarkan ketenangan dan kehangatan yang menyembuhkan hati. Bagi yang belum membaca, ini adalah komik yang pantas diberi kesempatan—ceritanya sederhana tapi dalam, penuh momen kecil yang membuat pembaca tersenyum dan kadang terharu. Horimiya mengingatkan bahwa cinta remaja terbaik adalah yang tumbuh dari kejujuran dan keberanian menjadi diri sendiri. Jika mencari shojo yang terasa seperti pelukan hangat, Horimiya adalah pilihan tepat yang tidak akan mengecewakan.